HnJxnamjFNAlOVF6Q1uObREh7avz80zCg0Efg9rw

Iklan Billboard 970x250

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga


Setelah menikah dan berumah tangga, seorang istri haruslah cerdas dalam mengatur keuangan keluarga. Jika suami harus pandai mencari nafkah, maka istri juga harus pandai mengelolanya. Besar atau kecil pendapatan yang diperoleh, manajemen keuangan tetap menjadi suatu hal yang penting. 

Jika sebelum menikah belum menerapkan financial management yang benar, maka setelah menikah hal ini harus dilakukan. Karena jika tidak, akan terjadi pengeluaran yang tidak sebanding dengan pendapatan yang masuk. Parahnya lagi bisa sampai terjerat hutang jika pengeluaran tidak diatur. 

Mengatur Keuangan Keluarga 


Bukan sesuatu yang mudah memang, namun harus dilaksanakan. Dibutuhkan kemampuan khusus agar dapat mengelola pendapatan tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama 1 bulan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar keuangan keluarga lebih tertata. 

1. Mengkalkulasi pendapatan dan Pengeluaran 

Hal pertama yang penting untuk diketahui adalah berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Pendapatan diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh dana baik dari gaji pokok, tunjangan per bulan, upah lembur, dll. 

Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar dana yang nantinya akan dibagi-bagi untuk berbagai kebutuhan. Selain mengetahui pendapatan, kita juga harus paham apa saja pengeluaran per bulan mulai dari tagihan listrik, air, uang belanja bulanan, dll. 

2. Merencanakan pengeluaran per bulan berdasarkan prioritas 

Setelah mengetahui berapa pendapatan dan apa saja pengeluaran per bulan, selanjutnya adalah menyusun rencana belanja. Menyusun kebutuhan berdasarkan skala prioritas sangat penting dilakukan. 

Mulai dari pengeluaran pokok seperti makan dan minum, tagihan listrik, air, dan biaya bulanan lainnya. Dengan begini pengeluaran yang berlebih dapat dicegah 

3. Menabung, investasi, dan asuransi 

Ketika pendapatan dan pengeluaran per bulan telah diketahui, kita dapat membagi pendapatan per bulan menjadi beberapa alokasi dana. Untuk belanja bulanan, simpanan atau tabungan, investasi, dan asuransi. Sisihkan kurang lebih 30% dari pendapatan per bulan untuk tabungan, investasi, dan asuransi. Ketiganya memiliki manfaat dan tujuan masing-masing. 

Biasanya tabungan ini dimanfaatkan untuk sebuah cita-cita atau tujuan masa depan seperti membeli rumah atau pergi haji. Tidak puas dengan hanya menabung, maka investasi adalah jalan yang dipilih oleh beberapa orang untuk memperbanyak uangnya. Sementara asuransi akan menjamin perlindungan kesehatan jangka panjang apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit atau kecelakaan. 

4. Menyiapkan dana cadangan darurat 

Menganggarkan dana untuk kebutuhan darurat juga sangat penting. Hal ini dilakukan apabila sewaktu-waktu terdapat lampu yang padam, saluran air rusak atau hal lain yang sifatnya tak terduga. Sebaiknya dana ini tidak dicampur adukkan dengan belanja bulanan. 

5. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan 

Berbelanjalah sesuai kebutuhan bukan keinginan. Tidak ada salahnya sesekali jalan-jalan atau shopping, namun tetap harus melihat kebutuhan. Hindari kebiasaan belanja konsumtif. 

Demikian tips untuk mengatur keuangan keluarga, semoga bermanfaat dan membantu untuk lebih hemat. 
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar